30 October 2010

enlightenment



Memasuki kuartal keempat tahun 2010 ini, merupakan masa-masa yang berat dalam bagian perjalanan hidup ini. Setelah liburan lebaran, kegiatan perkuliahan belum terlalu efektif, banyak waktu kosong pada minggu-minggu awal kembali lagi ke kampus. Dengan beberapa permasalahan yang belum terselesaikan dan tabungan yang sudah semakin menipis, aku mencoba mengisi waktu sebanyak mungkin dengan kawan-kawan & sahabatku. Mengikuti event-event di Jakarta, having fun di Dufan, teriak-teriak di Gelora Bung Karno dan mengunjungi Indonesia Book Fair di Senayan.
Setelah kegiatan perkuliahan mulai menggeliat, tugas-tugas pun mulai datang bertubi-tubi. Hampir setiap hari ada deadline tugas yang harus dikumpulkan. Salah satu tugas yang cukup menarik adalah mereview buku yang ditulis oleh salah satu dosen kami. Lebih tepatnya, kuis yang materinya berasal dari buku tersebut, yang berjudul Sukses Jalan Terus. Dalam buku itu disebutkan sukses bukan berarti kita bergelimang harta benda. Sukses juga bukan berarti ternama, menjabat kedudukan tinggi, atau dipuja-puja banyak orang. Sukses bisa dimiliki siapapun, selagi cita-cita untuk sukses tetap dimiliki. Sukses bisa dinikmati kapan pun, tanpa perlu menjadi kaya, menjadi pejabat, atau menjadi selebritas. Makna sukses yang sejati adalah keseimbangan hidup, memberikan manfaat bagi orang lain, proses mencapai cita-cita mulia, menikmati kemenangan-kemenangan dan 'akhir yang baik'.
Hidup seimbang berarti hidup dengan menjaga dua bentuk keseimbangan, yaitu keseimbangan internal dan eksternal. Keseimbangan internal memiliki empat dimensi, yaitu dimensi fisik, emosional, mental dan spiritual dimana masing-masing dimensi perlu dilayani haknya agar diri kita seimbang. Hak dari dimensi fisik adalah kesehatan tubuh, hak dari dimensi emosional adalah perasaan yang bersih, hak dari dimensi mental adalah pikiran yang jernih dan hak dari dimensi spiritual adalah kedekatan dengan Allah. Keseimbangan eksternal adalah keseimbangan dalam memenuhi hak orang-orang di sekitar kita. Kita memiliki beberapa peran dalam kehidupan ini, sebagai anak dalam keluarga, sebagai mahasiswa dalam perkuliahan, sebagai karyawan dalam pekerjaan dan sebagai warga dalam dalam masyarakat. Kita harus bisa melayani semua peran tersebut dengan baik dan seimbang. Sulit memang, tapi jika ada salah satu dimensi dalam keseimbangan internal atau eksternal yang tidak terpenuhi, akan terdapat ganjalan dalam perasaan kita.
Untuk memenuhi semua keseimbangan tersebut memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin. Semua yang kita alami dan lakukan ini adalah proses. Kadang dalam proses tersebut ada kekecewaan, yang harus kita yakini adalah kegagalan bukan akhir dari segalanya. Kita hanya perlu terus mencoba dan berusaha. Agar pikiran dan perasaan kita tetap positif, nikmatilah kemenangan dan keberhasilan yang sudah kita peroleh, sekecil apapun itu. Yang terakhir, tanamkanlah dalam hati bahwa hidup di dunia ini hanya sementara, akan ada hidup yang lebih kekal setelah kematian. Bahagia dan sukses tanpa melibatkan Tuhan hanyalah perasaan yang semu.

Happiness is real when shared

1 comment:

Anonymous said...

jd kuncina seimbang kitunya